Kejahatan

20.17 Majapahit 1 Comments

Tuhan Maha Pencipta. Tuhan menciptakan alam semesta beserta segala isinya.
Makhluk hidup yang tercipta seperti tumbuhan, hewan, dan manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kita tahu bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ciptaan Tuhan. Namun, terkadang timbul sebuah pertanyaan. Jika Tuhan Maha Pencipta segalanya, semua pasti setuju jika saya katakan Tuhanlah yang menciptakan kebaikan. Tetapi, pasti akan muncul berbagai argumen ketika saya katakan bahwa Kejahatan itu ciptaan Tuhan.

Sore ini, itulah yang menjadi pembahasan terdalam di perkuliahan ku dan teman-teman di kelas. Ku tak tahu apakah hanya aku atau semua teman belum puas dengan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan hasil pantikkan dosen.

Kita kembali ke topik, apakah Tuhan menciptakan kejahatan?kenapa ada kejahatan? Mengapa tidak yang baik saja yang ada di dunia? Apakah sebenarnya Tuhan ingin meniadakan kejahatan namun tidak dapat?
Atau Ia dapat namun tidak mau?
Atau Ia tidak mau dan tidak dapat?
Atau Ia mau dan dapat melakukannya?

Apakah jika Tuhan mau, namun tidak dapat, berarti Tuhan lemah?
Apakah jika Ia dapat namun tidak mau, berarti Tuhan jahat?
Apakah jika Ia tidak mau dan tidak dapat, berarti Tuhan lemah dan jahat?
Apakah Ia mau dan dapat? ya, memang begitulah seharusnya.

Lalu dari mana asal kejahatan? mengapa Dia tidak meniadakannya?
Mari kita bahas sedikit mengenai apa yang jahat.

Petani yang menanam padi pasti akan menganggap bahwa belalang atau hama itu jahat, karena telah merusak tanamannya.

Tsunami yang terjadi di aceh, telah menelan banyak nyawa tanpa pandang orang itu baik atau buruk, dan kita menyebutnya sebagai bencana (kejahatan alam terhadap manusia) akibat dari sikap buruk manusia terhadap alam.

Ya itu semua benar, tetapi apakah itu yang dinamakan kejahatan? Belalang yang merusak padi menurut petani itu jahat, tapi itulah yang harus terjadi demi kelangsungan hidup mereka.

Begitu pula dengan Tsunami, sebagian orang menganggap bahwa itu akibat kelakuan buruk manusia, secara ilmiah itu bukanlah akibat dari sikap buruk manusia melainkan kejadian pergeseran lempengan bumi yang memang pasti terjadi jika tiba saatnya.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa kejahatan hanyalah persepsi manusia terhadap sesuatu.

Tuhan tidak pernah membuat kejahatan. Tetapi, cara kerja alam untuk mempertahankan eksistensinya dapat menimbulkan efek samping yang berupa kejahatan terhadap makhluk lain yang ada di sekitarnya.(Ahmas chodim syekhsitijenarmakrifatkasunyatan1)

Akhir-akhir ini di televisi sering ditayangkan mengenai kasus pembunuhan Wayan mirna salihin.  Lalu apakah itu termasuk usaha mempertahankan eksistensi atau kejahatan?
Buat PR dulu kali ya. ;)

1 komentar:

  1. Kejahatan ada dalam pikiran.


    Kita dibunuh oleh keinginan.

    Kita hidup juga karna keinginan

    BalasHapus