Bakti

22.43 Majapahit 0 Comments

Malam ini ibu ku meminta bantuan ku untuk mengantarnya ke pasar di kebayoran lama. Di sana banyak pedagang buah, kuliner, pakaian, dan elektronik.
Mayoritas pedagang di sana menjual buah-buahan.
Transaksi antara penjual dan pembeli terlihat seperti biasanya.
Namun, ada seorang laki-laki pedagang buah pepaya yang sangat membuatku heran karena perbuatannya. Ia berjoget dengan begitu senangnya diiringi lagu dangdut remix. Bergoyang di tempat umum dengan musik keras adalah hal yang sangat tidak pantas dilakukan menurutku.
Ia mencoba mengajak para penjual lainnya untuk ikut bergoyang dengan memamerkan goyangannya. Beberapa pedagang tidak menanggapinya, mungkin karena belum ada yang membeli dagangannya.
Padahal dagangannya juga terlihat masih sangat banyak, seperti belum ada yang membelinya. Karena ulahnya ia terlihat layaknya orang yang bandel dan kurang berpendidikan.
Tapi tidak habis pikir ternyata ia berusaha menghibur diri dan tetangganya agar tidak terlarut dalam keresahan. Keresahan akan keuntungan atau kerugian yang akan diterima di malam ini.
Tak lama kemudian datang seorang ibu berjilbab menghampirinya dan duduk di bangku tempat laki-laki itu berdagang. Wajahnya memiliki beberapa kemiripan dengan laki-laki itu.
Ya, dia adalah ibunya. Ternyata laki-laki itu adalah seorang anak yang sedang berusaha mengabdikan diri kepada orang tua nya.
Sikap dan perbuatannya mengingatkanku pada kalimat "Hidup itu indah jika kita tahu apa yang harus kita lakukan" mungkin ini yang dimaksud.

0 komentar: