Andaikan Kau Datang

23.48 Majapahit 0 Comments

Hari selasa menjadi hari terlelah untuk ku. Karena matkul hari ini full sejak pagi hingga sore dengan beberapa perkuliahan filsafat yang sangat menguras tenaga otakku dan membuatku menjadi cepat lapar. Belum lagi ku harus menempuh perkuliahan manajemen malamnya.

Tak surut semangatku ketika ingat akan cita-citaku. Aku anak pertama, jadi aku harus lebih hebat dari adik-adikku.

Sepotong roti menjadi pengganjal perut sore ini sebelum kembali melanjutkan perjuanganku. Tidak seperti biasanya, karena peraturan "ganjil genap" jalan terasa seperti milik ku sendiri.

Sepanjang jalan ku teringat dengan tafsiran dosen ku mengenai lagu andaikan Kau datang - koes plus yang memiliki arti tentang manusia dan Tuhan.

Terlalu indah di lupakan
Terlalu sedih di kenangkan
Setelah aku jauh berjalan
Dan kau ku tinggalkan
(Kau mengajariku cara berjalan di dunia ini. Tetapi betapa menyedihkannya diri ini setelah sibuk dengan dunia, Kau kulupakan)

Betapa hatiku bersedih
Mengenang kasih dan sayangmu
Setulus pesanmu
Kepadaku
Engkau kan menunggu
(Terlalu hina diri ini karena melupakan nikmat sehat, udara untuk bernafas, air untuk kehidupan yang diberikan olehNya tiada henti, dan Ia masih tetap setia menunggu)

Andaikan kau datang kembali...
Jawaban apa yang kan kuberi...
(Jika ajal tiba, jawaban apa yang akan kuberi)

Ku berharap agar dapat gapai cita-citaku dan sebagian jalan telah diberikan. Tapi mengapa dengan itu semua ku jadi sibuk urus dunia ini. Bahkan ketika menghadap dan berjumpa dengannya pun terasa singkat sekali seperti tak jumpa.

Hud, raga ini tidaklah abadi. Ini semua hanyalah fatamorgana. Yang sebenarnya dari kisah ini belumlah kau lihat. Jika kau tahu apa yang harus diucapkan ketika diberi. Maka berterimakasihlah atas segalanya sebelum matahari terbenam.

Tak lama kemudian, kutiba di kampus dan kulanjutkan perjuangan.

0 komentar: