Om Azhir
Seusai mengajar matematika di bimbel multahada sore ini. ku banyak berbincang mengenai pendidikan bersama pak Nanang dia adalah dosen di Universitas Mercubuana.Kenapa minat belajar anak makin menurun. Itu yang menjadi topik utama perbincangan kami. Lahirlah beberapa rancangan solusi bersubjektivitaskan orang dewasa di akhir perbincangan kami. Sesuai pengalaman dan pengamatan mungkin ini akan berhasil mengatasi permasalahan minat belajar anak.
Sesampainya di rumah ku teringat akan perbincangan ku dengan om azhir. Ia adalah teman ayahku yang kumasukkan ke daftar orang sukses yang ku kenal.
"Saat ini kamu jangan pikirkan bagaimana cari uang. Pikirkan bagaimana caranya timbangan kamu lebih berat daripada uang, dirimu lebih bernilai daripada uang." kata om azhir.
"Kenapa om? Kan tidak selamanya saya bergantung kepada orang tua om. Mulai sekarang saya harus mandiri." tanggapku.
"Kamu pernah lihat orang-orang yang punya rumah besar dan dijaga satpam di depannya?" tanyanya.
"Iya pernah." jawabku.
"Mereka kaya, tapi timbangan mereka lebih ringan daripada uang. Tahu kenapa? Kalau mereka lebih bernilai daripada uang, mereka tidak akan menyuruh satpam menjaga harta-hartanya. Mereka takut kehilangan harta-hartanya.
Lihat om, dari segi financial om lebih dari mereka. Tapi apa kamu liat di depan rumah om ada satpam?"
"G ada om."
"Itu, karena om tidak takut kehilangan harta-harta om. Sebab om punya ini (sambil mengarahkan tangannya ke kepalanya). Kalau kerampokkan om tinggal beli lagi. Om gak perlu pusing cari-cari uang untuk beli itu karena sekarang uang yang cari-cari om.
Jadi, sekarang urus timbanganmu. Buat dirimu menjadi orang yang seberat-beratnya dalam keilmuan. Kamu tahu? om ini anaknya tukang bebek, tapi om tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu. Kamu enak, tinggal belajar sungguh-sungguh, dan berdoa agar rizki orang tua mu lancar."
Perbincangan ini adalah pengetahuan baru bagiku. Kalau saja sejak dulu kukenal om azhir, mungkin diriku tidak seringan saat ini.
Memberitahukan kepada pelajar-pelajar sd atau smp dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti kini menjadi tugasku.
Mereka adalah generasi penerus bangsa. Bila generasi penerus bangsa memiliki timbangan yang ringan. Mau jadi apa bangsa ini jika hanya pusing memikirkan uang.

0 komentar: