Resiko Sukses Adalah Hidup
“Detik-detik terus berganti dengan detik menit pun silih berganti hari-hari pun terus berganti bulan-bulan juga terus berganti zaman-zaman pun terus berubah, hidup ini juga pasti mati.” begitulah lirik lagu yang disampaikan oleh band Dewa.
Waktu
terus berjalan menuju akhir dan tidak akan pernah ada pengulangan ke masa lalu.
Mengingat hal itu apakah manusia hanya ditugaskan
untuk diam membiarkan waktu – waktu itu berlalu begitu saja, atau manusia memilki
tugas yang meskinya dilakukan oleh manusia dimana tugas tersebut menjadi
jawaban mengapa manusia dilahirkan ke dunia ini.
Sejatinya
hidup manusia di dunia ini hanyalah tiga hari, yaitu hari kemarin, hari ini,
dan hari esok yang mana dari tiga hari itu hanya ada satu inti hari, yakni hari
ini, kenapa demikian? Hal itu dikarenakan apa yang kita rasakan hari ini adalah
hasil dari pilihan manusia di hari kemarin dan apa yang akan manusia rasakan
nanti ditentukan dari pilihan manusia pada hari ini.
Setiap kali manusia
dihadapkan dengan pilihan-pilihan hidup, manusia hanya bisa memilih satu
pilihan dan tidak mungkin memilih dua pilihan di dalam waktu yang sama. Maka
dari itu untuk menentukan pilihan mana yang baik dan akan dijalani tidaklah
mudah karena setiap pilihan memiliki konsekuensi dan resiko tertentu.
Dalam
kamus kehidupan ada kalimat yang menyatakan untuk mendapatkan suatu yang besar
maka dibutuhkan suatu pengorbanan yang besar pula. Bagi manusia – manusia yang
tidak memberikan pengorbanan yang besar dalam hidupnya, mungkin mereka hanya
akan menjadi manusia yang biasa-biasa saja.
Berbeda dengan mereka yang saat ini
terlihat sukses bukan dikarenakan mereka bermalas-malasan membiarkan waktu
berlalu begitu saja dan tidak melakukan pengorbanan – pengorbanan besar melainkan
mereka telah memahami akan konsep “kehidupan manusia hanya tiga hari” dan
mereka telah menemukan kemudian melaksanakan apa saja penyebab - penyebab
keberhasilannya untuk menjadi pribadi – pribadi yang sukses serta mereka selalu
siap menghadapi resiko-resiko yang akan datang.
Hidup
adalah pilihan, setiap pilihan terdapat resiko yang menantinya baik resiko
keberhasilan menjadi yang diinginkan seperti menjadi seorang dermawan yang
selalu bisa berbagi dengan sesama dan yang membutuhkan, maupun resiko kegagalan
yang tidak diharapkan kedatangannya seperti bangkrut lalu jatuh miskin dan
bahkan resiko yang sangat tidak terbayangkan setelah bangkrut lalu jatuh miskin
ialah terkena penyakit yang menyebabkan kematian.
Berani
hidup jangan takut mati, jika takut mati maka jangan hidup. Segala sesuatu yang
hidup pasti akan mati. Sama halnya dengan manusia yang takut akan bangkrut
ketika mereka nyaman dalam kekayaannya, hal tersebut memang benar adanya dan
setiap orang pasti tidak ingin merasakan resiko yang namanya bangkrut, akan
tetapi apakah mereka lupa dengan keberaniannya menghadapi resiko kekayaan
ketika dalam keadaan kekurangan.
Hidup ini memang tidak mudah seperti yang
dibayangkan, diinginkan, dan diharapkan, yang perlu dilakukan ialah bersabar
dalam menghabisi seluruh jatah kegagalan, hingga yang tersisa hanya
keberhasilan.
Selalu berfikir optimis agar lebih baik dari sebelumnya, sebab
manusia dikatakan berhasil dan sukses apabila yang mereka raih hari ini lebih
baik dari kemarin, kemudian disebut merugi jika yang diraih hari ini sama
dengan kemarin, dan dikatakan celaka ketika yang mereka raih hari ini lebih
buruk dari kemarin.

0 komentar: