Resiko Sukses Adalah Hidup

22.43 Majapahit 0 Comments

“Detik-detik terus berganti dengan detik menit pun silih berganti hari-hari pun terus berganti bulan-bulan juga terus berganti zaman-zaman pun terus berubah, hidup ini juga pasti mati.” begitulah lirik  lagu yang disampaikan oleh band Dewa.
Waktu terus berjalan menuju akhir dan tidak akan pernah ada pengulangan ke masa lalu. Mengingat hal itu apakah manusia hanya  ditugaskan untuk diam membiarkan waktu – waktu itu berlalu begitu saja, atau manusia memilki tugas yang meskinya dilakukan oleh manusia dimana tugas tersebut menjadi jawaban mengapa manusia dilahirkan ke dunia ini.
Sejatinya hidup manusia di dunia ini hanyalah tiga hari, yaitu hari kemarin, hari ini, dan hari esok yang mana dari tiga hari itu hanya ada satu inti hari, yakni hari ini, kenapa demikian? Hal itu dikarenakan apa yang kita rasakan hari ini adalah hasil dari pilihan manusia di hari kemarin dan apa yang akan manusia rasakan nanti ditentukan dari pilihan manusia pada hari ini. 
Setiap kali manusia dihadapkan dengan pilihan-pilihan hidup, manusia hanya bisa memilih satu pilihan dan tidak mungkin memilih dua pilihan di dalam waktu yang sama. Maka dari itu untuk menentukan pilihan mana yang baik dan akan dijalani tidaklah mudah karena setiap pilihan memiliki konsekuensi dan resiko tertentu.
Dalam kamus kehidupan ada kalimat yang menyatakan untuk mendapatkan suatu yang besar maka dibutuhkan suatu pengorbanan yang besar pula. Bagi manusia – manusia yang tidak memberikan pengorbanan yang besar dalam hidupnya, mungkin mereka hanya akan menjadi manusia yang biasa-biasa saja. 
Berbeda dengan mereka yang saat ini terlihat sukses bukan dikarenakan mereka bermalas-malasan membiarkan waktu berlalu begitu saja dan tidak melakukan pengorbanan – pengorbanan besar melainkan mereka telah memahami akan konsep “kehidupan manusia hanya tiga hari” dan mereka telah menemukan kemudian melaksanakan apa saja penyebab - penyebab keberhasilannya untuk menjadi pribadi – pribadi yang sukses serta mereka selalu siap menghadapi resiko-resiko yang akan datang.
Hidup adalah pilihan, setiap pilihan terdapat resiko yang menantinya baik resiko keberhasilan menjadi yang diinginkan seperti menjadi seorang dermawan yang selalu bisa berbagi dengan sesama dan yang membutuhkan, maupun resiko kegagalan yang tidak diharapkan kedatangannya seperti bangkrut lalu jatuh miskin dan bahkan resiko yang sangat tidak terbayangkan setelah bangkrut lalu jatuh miskin ialah terkena penyakit yang menyebabkan kematian.
Berani hidup jangan takut mati, jika takut mati maka jangan hidup. Segala sesuatu yang hidup pasti akan mati. Sama halnya dengan manusia yang takut akan bangkrut ketika mereka nyaman dalam kekayaannya, hal tersebut memang benar adanya dan setiap orang pasti tidak ingin merasakan resiko yang namanya bangkrut, akan tetapi apakah mereka lupa dengan keberaniannya menghadapi resiko kekayaan ketika dalam keadaan kekurangan. 
Hidup ini memang tidak mudah seperti yang dibayangkan, diinginkan, dan diharapkan, yang perlu dilakukan ialah bersabar dalam menghabisi seluruh jatah kegagalan, hingga yang tersisa hanya keberhasilan.
Selalu berfikir optimis agar lebih baik dari sebelumnya, sebab manusia dikatakan berhasil dan sukses apabila yang mereka raih hari ini lebih baik dari kemarin, kemudian disebut merugi jika yang diraih hari ini sama dengan kemarin, dan dikatakan celaka ketika yang mereka raih hari ini lebih buruk dari kemarin.

0 komentar: