Prajurit Cinta

21.51 Majapahit 0 Comments

Hujan lebat membasahi sore ini.
Pohon-pohon tersenyum merekah atas nikmat yang terlimpahkan. Semua raga menepi bernaungkan atap merah. Jiwa mulai resah rindukan jumpa keluarga.
Ku duduk menatap hujan bersama teman seperjuangan. Langit gelap tak berbulan dan berbintang. Hanya gemerlap cahaya kota yang menerangi jalanan.
Hujan tak kunjung reda, seorang driver ojek online basah kuyup dengan costumer berbajukan jas hujan. Jas hujan itu bukan milik pelanggan ojek tersebut. Namun apa daya seorang pengemudi ojek online yang hendak memberikan layanan terbaik untuk pelanggannya, kini ia berbajukan air hujan. Sesuatu yg tidak dapat dipercaya, ia mengorbankan dirinya demi pelanggan yang baru ia kenal. Berjuang untuk beberapa helai kertas alat tukar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, membela keberlangsungan hidup keluarganya yang ia cintai.
Ku seperti melihat prajurit yang tak takut mati demi Negaranya di medan perang.

Disimpannya lipatan jas hujan dalam bagasi. Lalu tinggalkan jejak kemenangan perjuangan.

0 komentar: